Gempa bumi berkekuatan 6,4 Magnitudo yang berpusat di Pacitan memicu kerusakan serius di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Blitar. Sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni mendadak roboh dan menimpa sebuah kafe yang berada tepat di sebelahnya. Bahkan, material bangunan berupa bata merah dan kayu penyangga menimbun sebagian area depan tempat usaha tersebut.
Kejadian ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan pengunjung kafe dan warga sekitar yang sedang beraktivitas. Oleh karena itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera meluncur ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area. Beruntung, karyawan kafe sempat mengarahkan pelanggan keluar gedung sesaat sebelum reruntuhan jatuh menimpa atap.
Kerusakan Infrastruktur di Blitar
Getaran gempa yang sangat kuat merusak struktur bangunan lama yang memang sudah mulai rapuh termakan usia. Selain itu, beberapa rumah warga juga melaporkan adanya retakan pada bagian dinding dan atap yang melorot. Sebab, pusat gempa yang berada di laut memiliki kedalaman yang dangkal sehingga energi guncangannya sangat terasa hingga ke daratan.
Baca juga:Warga SDN Tlogo 02 Blitar Keluhkan Sekolah Terdampak Proyek Koperasi Merah Putih
Akibatnya, pemilik kafe harus menghentikan operasional usahanya untuk sementara waktu guna proses pembersihan puing. Namun, tim teknis dari dinas terkait masih memeriksa stabilitas bangunan lainnya di sekitar lokasi tersebut. Selanjutnya, BPBD meminta warga agar tidak mendekati bangunan yang memiliki tanda-tanda kerusakan struktur pasca-gempa.
Respons Cepat Tim Evakuasi
Petugas gabungan TNI, Polri, dan relawan bekerja sama membersihkan material bangunan yang menutup akses jalan di depan kafe. Bahkan, mereka menggunakan alat pemotong kayu untuk menyingkirkan balok-balok besar yang menghalangi trotoar. Oleh sebab itu, koordinasi di lapangan berjalan sangat cepat guna menghindari kemacetan panjang di pusat kota.
“Guncangannya sangat keras dan tiba-tiba. Oleh karena itu, kami langsung berlari keluar begitu mendengar suara retakan dari sebelah,” ungkap salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Selanjutnya, pemerintah daerah akan melakukan pendataan mendalam terkait kerugian materiil yang dialami oleh para pemilik usaha. Dengan demikian, proses bantuan atau perbaikan dapat segera menyasar pihak-pihak yang terdampak secara langsung.
Imbauan BMKG dan Kesiagaan Warga
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami meski kekuatannya cukup besar. Sebab, pergeseran lempeng terjadi pada koordinat yang tidak memicu kenaikan volume air laut secara mendadak. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.
Berikut adalah beberapa langkah keselamatan yang perlu Anda lakukan:
-
Hindari Bangunan Tua: Jangan memasuki ruangan yang memiliki retakan lebar setelah guncangan besar.
-
Pantau Informasi Resmi: Hanya ikuti pembaruan berita dari kanal resmi BMKG atau pemerintah daerah.
-
Siapkan Tas Siaga: Pastikan kebutuhan darurat seperti senter dan obat-obatan berada di tempat yang mudah dijangkau.
Meskipun demikian, situasi di Blitar secara umum mulai kembali kondusif menjelang sore hari. Sebagai penutup, robohnya bangunan tua ini menjadi peringatan penting bagi pemilik gedung untuk rutin memeriksa kelayakan struktur mereka. Dengan demikian, risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam dapat kita minimalisir semaksimal mungkin di masa depan.












